Ekonomi & Bisnis

*Aspal Buton Jenis Aspal Alami Spesifik Terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.*

Spread the love

Newsbisnis.id.

Jakarta. Aspal buton di Indonesia memiliki potensi sebesar 694 juta ton, tetapi perlu dilakukan validasi terhadap data cadangan terbukti dan cadangan tertambang oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).
Asbuton di Indonesia memiliki potensi yang besar. Namun, saat ini pemenuhan kebutuhan aspal  nasional masih didominasi oleh impor karena penggunaan Asbuton masih belum maksimal.

Aspal Buton merupakan jenis aspal alami yang secara spesifik terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal ini hanya dapat ditemukan di dua wilayah di dunia, yakni di Indonesia dan di Trinidad, Amerika Selatan.

Dwi Putranto selaku ketua Asosiasi Pengembangan Aspal buton menjelaskan bahwa pada tahun 2020 penggunaan Aspal Buton (Asbuton) dilakukan pada jalan sepanjang 793 km yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia, dengan volume kebutuhan sekitar 42 ribu ton.

Pada 2021 ini, diharapkan pemanfaatan Asbuton sebagai produk dalam negeri yang nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 30-89 persen dapat meningkat. Untuk mewujudkannya, diperlukan usaha dari berbagai aspek. Dimulai dari sektor hulu atau industri pertambangan.

Jika hingga tahun 2025 terjadi peningkatan kapasitas Asbuton sebesar 33 persen, maka Asbuton akan mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional sebesar 49,36 persen. Sisanya, sebesar 37,08 persen kebutuhan aspal akan diisi oleh Aspal Minyak Pertamina dan 13,61 persen akan diisi oleh Aspal Minyak Impor.

Untuk mencapai target tersebut, perlu diperhatikan kesiapan industri hilir, mengolah Asbuton menjadi produk yang sesuai dengan permintaan konstruksi jalan, sehingga Asbuton dapat digunakan untuk jalan desa, kabupaten kota, dan provinsi di Indonesia, tentunya untuk kebutuhan jangka panjang negara.

Selanjutnya, juga disiapkan infrastruktur penyaluran dan distribusi produk seperti pelabuhan dan jalan di Buton.
“Guna mencapai target tersebut, penggunaan Asbuton perlu memperoleh dukungan untuk menjadi prioritas, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, agar dapat digunakan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota, dan desa,” ujar Dwiputranto.

Anda mungkin juga suka...